Penyakit Auto Immune



Apa sih CIDP?

CIDP adalah penyakit yang serupa dengan LUPUS karena sama-sama melibatkan sistem kekebalan tubuh. Namun tidak seperti penyakit Lupus yang sudah mulai dikenal masyarakat banyak, CIDP masih banyak menimbulkan tanda tanya, bahkan pada pasien dan dokternya sendiri. CIDP adalah kependekan dari Chronic Immune Demyelinating Polyneuropathy.

-‘chronic‘ merujuk pada sifat penyakit yang menahun;
-‘inflammatory‘ atau ‘immune‘ merujuk pada kenyataan bahwa penyakit pada syaraf ini diakibatkan oleh peradangan dan daya tahan tubuh yang mbalelo.
-‘demyelinating‘ berarti bahwa kerusakan terutama terjadi pada lapisan myelin yang seharusnya melindungi serabut saraf; dan
-‘poly[radiculo]neuropathy‘; ‘poly‘ berarti banyak, [‘radiculo‘ berarti pangkal,] ‘neuro‘ berarti syaraf dan ‘opathy‘ berarti penyakit; jadi poly[radiculo]neuro-pathy artinya penyakit di pangkal syaraf dan serabutnya (percabangan syaraf tulang belakang)

Wajar kalau CIDP menimbulkan tanda tanya, karena penderitanya begitu langka, bahkan dari survey yang diadakan, hanya 75 sampai 250 orang terkena CIDP per tahunnya.

Gejala CIDP sendiri sangat samar dan mirip dengan gejala penyakit lain, sehingga diagnosanya sulit dan memakan waktu. Gejala-gejala awal penyakit ini antara lain perasaan kesemutan dan ditusuk-tusuk jarum pada tangan dan kaki, dengan perkembangan penyakit yang sangat lambat sebelum akhirnya menjadi akut. Selain merasa kesemutan, pasien kebanyakan juga merasakan lemas pada lengan dan kakinya, seolah dibanduli dengan pemberat dan terasa kaku. Rata-rata gejala ini muncul sekaligus, walau pada beberapa kasus ada yang hanya lemas saja, dan beberapa kasus yang lebih jarang lagi, hanya ditandai dengan rasa kesemutan saja.

Gangguan rasa kesemutan ini berlanjut bahkan hingga mencapai tingkat yang menyakitkan secara lambat. Bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan pada kasus yang jarang, bisa mencapai tahunan. 

Penyebab penyakit ini belum ditemukan. Ada yang berusaha mencari hubungannya dengan zat mengandung racun seperti insektisida atau pelarut cat, ada juga yang menghubungkannya dengan imunisasi, atau akibat dari infeksi yang baru saja dilewati. Perlu ditekankan kalau penyakit ini tidak menular atau ditularkan, dan bukan juga penyakit keturunan. Dan walaupun penyakit ini menyangkut syaraf, penyakit ini sebetulnya bukan penyakit syaraf psikiatris.

Pasien CIDP kebanyakan wanita walaupun ada juga sedikit yang pria. Penyakit ini biasanya berawal pada usia muda dewasa. 


Trackbacks & Pingbacks

Komentar

  1. * aini says:

    bagaimana prognosa penyakit (CIDP) ini??

    terapi apa yang paling efeltif dan membutuhkan waktu berapa lama???

    pemeriksaan penunjang seperti apa yang bisa menegakkan diagnosa CIDP??

    terimakasih banyak sebelumnya
    ^_^

    | Balas Ditulis 7 years, 7 months ago
    • * jusak says:

      Prognosanya dengan melakukan tes darah pinggang, EMG, MRI dan biopsi syaraf. Terkadang dilanjutkan pemeriksaan sumsum dan sinar X.

      | Balas Ditulis 7 years, 4 months ago
  2. * wisnu says:

    saya tau penyakit ini dari dorama jepang “Myu no Anyo Papa ni Ageru”
    dan kebetulan saya suka hal2 mengenai penyakit2 langka…
    terima kasih untuk info’y…

    | Balas Ditulis 6 years, 3 months ago
  3. * Nova says:

    Hi, salam kenal. Nama saya Nova, ayah saya baru saja didiagnosa menderita CIDP oleh dokter. Sejarah medis beliau, sekitar 3 th lalu didiagnosa terkena saraf kejepit di tulang punggung lumbar 4 & 5, dan ada virus dalam darah (GBS). Selama ini pengobatannya sudah bermacam2 yg dilakukan. Kalo beobat ke dokter, hanya dikasih obat dan vitan. Jadi seringkali kami pergi ke pengobatan alternatif spt pijat, akupuntur, konsumsi obat hrebal dan lain2. Selama ini ayah saya sudah bisa berjalan sendiri walaupun susah & harus memakai walker. Tapi seminggu terkahir, kondisi beliau seperti dulu lagi, lemas, kaki tidak bisa digerakkan, demam. Saat dicek ke dokter, ternyata sekarang didiagnosa CIDP. Saya sedang mencari tahu apa itu CIDP. Bisa dibantu, kira2 pengobatan apa yg harus diberikan? Kalo mau konsultasi yg lebih detail ke dokter mana dan di rumah sakit apa? Apa efek jangka panjang dr penyakit ini? Terima kasih banyak.

    | Balas Ditulis 4 years, 3 months ago
  4. * Gustave says:

    adik saya meenderita penyakit tsb, setelah hampir satu setengah tahun dari gejala pertama baru ketahuan,,,,kira2 berapa lama untuk sembuh?
    suplemen apa yg bisa bantu? sementara ini pakai propolis dan royal jelly,bolehkah?

    | Balas Ditulis 4 years ago
    • * jusak says:

      Tidak boleh, karena seperti penyakit otoimun lain, CIDP juga disebabkan karena immune yang menyerang tubuh sendiri, karena itu harus dihindarkan obat-obatan yang memperkuat immune seperti propolis, echinacea, dll. Semakin kuat immune, semakin parah tubuh kita diserang. Bacalah label obat tsb, bila terdapat kata memperkuat daya tahan tubuh, berarti tidak boleh diminum oleh pasien CIDP. Hilangnya penyakit tidak bisa diduga berapa lama, dan dapat muncul kembali sewaktu-waktu.

      | Balas Ditulis 4 years ago
  5. * gustave says:

    kira kira obat apa yg bagus untuk pasien cidp ya?

    | Balas Ditulis 4 years ago
    • * jusak says:

      CIDP adalah penyakit yang serius, itu sebabnya tidak boleh sembarangan minum obat. Setiap pasien CIDP pun memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda, sehingga obat yang didapat pun mungkin berbeda pula. Itu lah pentingnya pemeriksaan oleh dokter immunologi.

      | Balas Ditulis 4 years ago
  6. * gustave says:

    apakah akupunktur membantu?

    | Balas Ditulis 4 years ago


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: